--> Muhammad NurFilza | Deskripsi Singkat Blog di Sini

Saturday, 14 January 2017

VENDING MACHINE (VM)

VENDING MACHINE (VM)

Vending Machine (VM)

Mesin otomatis Vending Machine (VM) sebenarnya bukanlah barang baru di negara-negara maju. Kehadiran mesin penjual otomatis yang biasanya melayani pembelian kebutuhan seperti air minum kemasan, makanan ringan,dan lain lain. Mesin penjual otomatis ini dibuat untuk memudahkan pembeli dan penjual sekaligus. Untuk si pembeli tinggal masukkan uang lalu pilih barang yang dipajang. Untuk si penjual tak perlu membayar petugas yang harus melayani pembeli.
Mesin biasanya diletakan di lokasi strategis yang banyak dilalui orang. Dapat bersiaga selama 24 jam penuh selagi tersedia tenaga listrik. Saat ini PT KAI meluncurkan mesin otomatis dengan julukan ‘C-VIM’. C-VIM menjadi sejarah dalam sistem ticketing KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line Jabodetabek.Dulu tiket KRL masih berupa secarik kertas, kemudian sekarang telah digantikan berupa kartu e-ticketing. Dulu orang beli mengantri di loket, kini sudah bisa dilayani melalui Vending Machine.
Penerapan teknologi untuk peningkatan pelayanan kepada pengguna KRL terus dilakukan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ). Dalam layanan e-ticketing, KCJ kini sudah mulai menerapkan penggunaan mesin penjualan tiket yang diberi namaCommuter Vending Machine (C-VIM) dengan layar sentuh. Dalam pengoperasiannya, V-CIM dilengkapi 2 pilihan bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sehingga memudahkan bagi pengguna jasa lokal maupun asing.
Dengan hadirnya C-VIM, loket konvensional di stasiun-stasiun prioritas nantinya akan ditiadakan karena fungsinya sudah digantikan dengan mesin tiket. Sebab dengan C-VIM sudah bisa untuk melayani sales (pembelian baru tiket sekali jalan)/ Tiket Harian Berjaminan (THB), resales THB, refund tiket THB, maupun top up (isi ulang) Kartu Multi Trip (KMT) bisa dilakukan dengan mudah dan cepat melalui mesin pintar transaksi tiket KRL ini.
Namun perlu diperhatikan oleh pengguna KRL, C-VIM untuk layanan KMT hanya bisa menerima pecahan uang kertas Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000 dan Rp 100.000. Sedangkan untuk layanan THB terdapat 2 layanan yaitu pecahan uang kertas Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, dan uang coin Rp 500 serta Rp 1.000. KCJ menargetkan hingga akhir 2016 akan terpasang sebanyak 150 unit C-VIM di stasiun-stasiun KRL.


Dalam kasus ini pengetahuan masyarakat untuk menggunakan mesin C-VIM masih minim. Karena masyarakat masih sering melakukan pembelian tiket secara konvensional. Padahal disetiap mesin C-VIM ini selalu ada petugas yang selalu siap membantu masyarakat untuk menggunakan mesin tersebut. Menggunakan mesin C-VIM ini tidaklah sulit asalkan kita dapat mengikuti langkah penggunaan mesin secara benar. Berikut langkah/Cara menggunakan mesin C-VIMdiantaranya:

·          Cara beli tiket THB Baru
1.    Sentuh menu “SALES” pada layar monitor CVM.

2.    Pilih stasiun tujuan pada layar monitor CVM yang bergambar peta jalur & Stasiun KRL.

3.    Pilih jumlah tiket THB yang akan dibeli. Bila ingin membeli lebih dari 1 tiket, sentuh tanda plus (+). Per transaksi dibatasi hanya untuk pembelian 4 tiket THB.

4.    Masukkan uang pada slot yang telah tersedia sesuai biaya yang harus dibayarkan. Slot untuk memasukkan uang coin dan uang kertas berbeda, jangan keliru memasukkan. Uang yang dimasukkan bisa sejumlah biaya yang ditampilkan di layar monitor. Bila uang yang dimasukkan lebih, akan ada sisa pengembalian uang. Untuk transaksi Tiket THB, uang kertas yang dimasukkan maksimal nominal pecahan Rp 20.000,-. Pecahan nominal Rp 50.000 dan Rp 100.000 hanya bisa digunakan untuk transaksi isi ulang KMT.

5.    Setelah transaksi berhasil, ambil tiket THB yang keluar dari dalam mesin CVM.

6.    Jangan lupa untuk ambil uang kembalian, bila ada.

·         Cara isi ulang / resales THB Baru
1.    Masukkan tiket THB Anda ke slot bertuliskan "THB, Refund/Resales" pada mesin CVM

2.    Sentuh menu “RESALES” pada layar monitor CVM

3.    Pilih stasiun tujuan pada layar monitor CVM yang bergambar peta jalur & Stasiun KRL.
4.    Masukkan uang pada slot yang telah tersedia sesuai biaya yang harus dibayarkan. Slot untuk memasukkan uang coin dan uang kertas berbeda, jangan keliru memasukkan. Uang yang dimasukkan bisa sejumlah biaya yang ditampilkan di layar monitor. Bila uang yang dimasukkan lebih, akan ada sisa pengembalian uang.
5.    Setelah transaksi berhasil, ambil tiket THB yang keluar dari slot pada awal memasukkan kartu THB di mesin CVM. Jangan lupa ambil uang kembalian bila ada.

·         Cara Refund THB
1.    Masukkan tiket THB Anda ke slot bertuliskan "THB, Refund/Resales" pada mesin CVM.

2.    Sentuh menu “REFUND” pada layar monitor CVM.

3.    Di layar monitor akan muncul pertanyaan “Apakah Anda Ingin melakukan Refund?” Tekan YA untuk refund. Tunggu mesin memproses refund tiket THB Anda.
4.    Setelah transaksi berhasil, ambil uang jaminan tiket THB Anda sebesar Rp 10.000,- dari slot bertuliskan “Ambil Uang Kembalian Anda”.

·         Cara Isi Ulang KMT
1.    Tempelkan tiket KMT Anda ke slot bertuliskan “KMT, Tempel Di Sini” pada mesin CVM.

2.    Pada layar monitor CVM akan ditampilkan sisa saldo KMT Anda dan tulisan perintah “Silakan Masukkan Uang Anda”.
3.    Masukkan uang sejumlah isi ulang yang ingin Anda inginkan. Uang kertas yang dilayani bisa nominal Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000 atau Rp 100.000. Tunggu mesin memproses isi ulang tiket KMT Anda.
4.    Transaksi berhasil, saldo KMT akan bertambah. Setelah transaksi berhasil, ambil tiket KMT Anda.

Dari langkah-langkah diatas dapat dibuat flowchart nya sebagai berikut:


Kesimpulan :

Dengan semakin berkembangnya teknologi, jaman semakin maju dengan adanya bantuan mesin, pekerjaan fisik hampir semua dilakukan oleh mesin, begitupula dengan negara berkembang seperti Indonesia tidak mau kalah dengan negara maju sehingga terciptalah teknologi seperti CVM ini. Calon penumpang kereta api sudah tidak perlu lagi mengantri seperti dahulu sehingga lebih irit tenaga dan waktu. Mesin ini dilengkapi dengan fitur yang mumpuni antara lain: layanan isi ulang (Top Up), Kartu Multi-Trip (KMT), layanan Pembelian Tiket Harian Berjamin (THB), serta layanan isi ulang dan pengembalian uang jaminan.

Monday, 12 December 2016

Membuat Menu Dengan Java Menggunakan JOptionPane

Membuat Menu Dengan Java Menggunakan JOptionPane

MENU :






PENJELASAN


import javax.swing.JOptionPane; public class hay { public static void main(String[]args){ String menu =JOptionPane.showInputDialog("====Menu==== \n1.Biodata \n2.Aritmatika \n3.Kondisi \n4.Perulangan \n5.Exit"); int pil = Integer.parseInt(menu);
Public class hay yang berarti ini adalah kelas yang terdapat pada program ini String menu =JOptionPane.showInputDialog("====Menu==== \n1.Biodata \n2.Aritmatika \n3.Kondisi \n4.Perulangan \n5.Exit"); nah pada kode ini kita akan menampilkan isi dari menu yang akan kita buat dapat dilihat terdapat 5 butir pilihan yang akan dipilih oleh user int pil = Integer.parseInt(menu); lalu pada kode ini kita akan merubah tipe data menu yang tadi berupa string yang dapat dilihat dari kode diatas menjadi sebuah tipe data integer
case 1 : String nama = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Nama : "); String kelas = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Kelas : "); String npm = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan NPM : "); String alamat = JOptionPane.showInputDialog("Masukan Alamat Anda"); String thn = JOptionPane.showInputDialog("Masukan Tahun lahir Anda"); int lhr = Integer.parseInt(thn); int umur = (2016-lhr); String biodata = "Biodata Anda :\n Nama Anda :"+nama+"\nKelas Anda :"+kelas+"\nNpm Anda :"+npm+"\nAlamat Anda :"+alamat+"\nUmur Anda :"+umur; JOptionPane.showMessageDialog(null,biodata); break;
Pada bagian ini akan kita membuat biodata dimana nanti apabila user memilih 1 maka yang akan dijalankan pada program adalah case 1 yaitu biodata, pada bagian ini juga nantinya user akan diminta untuk menginput nama , kelas , NPM, alamat dan tahun lahir yang nantinya tahun lahir tersebut berfungsi untuk menentukan umur dari user tersebut .
case 2: String alas = JOptionPane.showInputDialog("Masukan Alas :"); int varalas = Integer.parseInt(alas); String tinggi = JOptionPane.showInputDialog("Masukan tinggi :"); int varting = Integer.parseInt(tinggi); int luas = (varalas * varting)/2; String segitiga = "Perhitungan Anda \n Alas :"+alas+"\n Tinggi :"+tinggi+"\n Luas Segitiga yang dicari:"+luas; JOptionPane.showMessageDialog(null,segitiga); break;
Di case 2 ini kita akan membuat sebuah perhitungan luas segitiga String alas = JOptionPane.showInputDialog("Masukan Alas :"); int varalas = Integer.parseInt(alas); ini adalah pendeklarasian input alas dimana dapat dilihat disana ada alas yang awalnya bertipe string menjadi integer dengan nama varalas. begitu juga dengan tinggi int luas = (varalas * varting)/2; ini adalah perhitungan untuk luasnya , dapat dilihat disana kita tidak menggunakan alas dan tinggi sebagai variabel dari inputan alas tetapi menggunakan variabel baru yang sudah bertipe integer
case 3: String matkul = JOptionPane.showInputDialog("Masukan Nama Mata Kuliah Anda"); String uas = JOptionPane.showInputDialog("Masukan Nilai UAS :"); int nilaiuas = Integer.parseInt(uas); String uts = JOptionPane.showInputDialog("Masukan Nilai UTS :"); int nilaiiuts = Integer.parseInt(uts); int total = (nilaiuas + nilaiiuts)/2; if (total >= 90) JOptionPane.showMessageDialog(null,"Nilai Anda \n Mata Kuliah : "+matkul+"\nUAS :"+uas+"\n UTS :"+uts+"\n Total :"+total+"\nNilai Anda A"); else if (total >= 80) JOptionPane.showMessageDialog(null,"Nilai Anda \n Mata Kuliah : "+matkul+"\nUAS :"+uas+"\n UTS :"+uts+"\n Total :"+total+"\nNilai Anda B"); else if (total >=70) JOptionPane.showMessageDialog(null,"Nilai Anda \n Mata Kuliah : "+matkul+"\nUAS :"+uas+"\n UTS :"+uts+"\n Total :"+total+"\nNilai Anda C"); else if (total >= 60) JOptionPane.showMessageDialog(null,"Nilai Anda \n Mata Kuliah : "+matkul+"\nUAS :"+uas+"\n UTS :"+uts+"\n Total :"+total+"\nNilai Anda"); else JOptionPane.showMessageDialog(null,"Nilai Anda \n Mata Kuliah : "+matkul+"\nUAS :"+uas+"\n UTS :"+uts+"\n Total :"+total+"\nNilai Anda E, Segera Melapor ke dosen yang bersangkutan"); break;
Di case 3 yang berarti adalah proses Kondisi , pada case ini kita akan membuat program kondisi dengan gambaran kita akan membuat sebuah penilaian mahasiswa dimana bisa kita lihat sama seperti mencari luas segitiga tadi , kita harus merubah variabel inputan yang bertipe data string menjadi integer lalu setelah didapat kedua nilai dari UTS dan UAS kita akan menghitungnya setelah itu kita beri kondisi seperti diatas
case 4 : String n = JOptionPane.showInputDialog("Masukan Deret"); int a = Integer.parseInt(n); for (int i=0;i<=a;i++){ for(int j=5;j>=i;j--){ System.out.print("*"); } System.out.println(); } break ;
Di case 4 adalah perulangan , pada case ini kita akan membuat segitiga bintang terbalik . for (int i=0;i<=a;i++){ for(int j=5;j>=i;j--){ ini adalah perulangannya dimana untuk for yang pertama untuk menentukan barisnya dan yg kedua untuk menentukan jumlah kolomnya , untuk for yang pertama i = 0 lalu dikondisikan apabila i <= a (a itu adalah inputan yang akan user input) jika benar maka program akan berlanjut ke bagian for kedua , dibagian for kedua terdapat j = 5 dan dikondisikan j>=5 apabila kondisi benar akan tercetak * dan setelah itu program akan menjalankan j-- yang berarti nilai j akan berkurang 1 dan nilai j akan berubah menjadi 4 , begitu seterusnya jika belum paham bisa lihat di klik disini
case 5 : JOptionPane.showMessageDialog(null,"Terimakasih Telah Menggunakan Aplikasi Ini","Exit",JOptionPane.INFORMATION_MESSAGE); System.exit(0); break;
Case 5 yang berarti exit , dibagian ini kita hanya membuat sebuah message dialog dimana nantinya akan bertuliskan "Terimakasih Telah menggunakan Aplikasi Ini " dan akan ditambah dengan sedikit ikon informasi message
default :JOptionPane.showMessageDialog(null,"Pilihan Tidak ada","Warning",JOptionPane.WARNING_MESSAGE);
nah default ini apabila kita memilih yang tidak ada pada daftar menu , program ini akan tereksekusi sebagai false statement ini adalah full programnya Download

Saturday, 19 November 2016

no image

Sistem Pakar

SISTEM PAKAR


Pengertian

Sistem Pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan para ahli. SP dikembangkan pertama kali oleh komunitas AI tahun 1960an. Sistem Pakar atau SP yang pertama adalah General Purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel Simon. SP tidak untuk menggantikan kedudukan seorang pakar tetapi untuk memasyaratkan pengetahuan dan pengalaman pakar tersebut.

Menurut Efraim Turban, Sistem Pakar harus mengandung :
  • ·         Keahlian
  • ·         Ahli
  • ·         Pengalihan keahlian
  • ·         Inferensi
  • ·         Aturan
  • ·         Kemampuan menjelaskan.

Keahlian adalah suatu kelebihan penguasan pengetahuan di bidang tertentu yang diperoleh dari pelatihan,membaca atau pengalaman.

Menurut Aziz (1994). komponen-komponen sistem pakar terdiri dari :
  • ·         Basis Pengetahuan

Basis Pengetahuan merupakan inti dan sistem pakar dimana basis pengetahuan merupakan representasi pengetahuan dan dapat juga untuk menyimpan, engorganisasikan pengetahuan dari seorang pakar.
  • ·         Basis data

Basis data merupakan bagian yang mengandung semua fakta-fakta baik fakta awal pada saat sistem mulai beroperasi maupun fakta yang didapatkan pada saat pengambilan kesimpulan yang sedang dilaksanakan.
  • ·         Mesin Inferensi

Mesin inferensi merupakan bagian dan sistem pakar yang mengandung mekanisme fungsi berpikir dan po1a-pola penalaran sistem yang digunakan oleh seorang pakar.
  • ·         Antarmuka pemakai (user interface).

Implementasi kecerdasan sang pakar berbasis kode program komputer (code base skill implemetation), menggunakan teknik-teknik tertentu dengan bantuan database ataupun tidak

Ciri-Ciri

Ciri-ciri Sistem Pakar antara lain:
·         Memiliki fasilitas informasi yang handal
·         Mudah dimodifikasi
·         Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer
·         Memilki kemampuan untuk belajar beradaptasi.

Tujuan pengembangan Sistem Pakar adalah :
·         Mempermudah kerja tenaga ahli
·         Mengganti tenaga ahli
·         Menggabungkan kempampuan tenaga ahli
·         Training tenaga ahli.
·         Mengurangi resiko pada pekerjaan yang berbahaya

Komponen antara lain :
·         Ahli sebagai sumber pengetahuan
·          Basis pengetahuan
·         Mesin informasi
·         Fasilitas pengetahuan dan justifikasi

Bentuk Sistem Pakar

·         Berdiri sendiri.
Sistem jenis ini merupakan software yang berdiri sendiri tidak tergabung dengan software lain.
·         Tergabung.
Sistem pakar jenis ini merupakan bagian program yang terkandung didalam suatu algoritma (konvensional), atau merupakan program dimana didalamnya memanggil algoritma subrutin lain (konvensional).
·         Menghubungkan ke software lain.
Bentuk ini biasanya merupakan Sistem Pakar yang menghubungkan ke suatu paket program tertentu, misalnya DBMS.
·         Sistem mengabdi.
Sistem pakar merupakan bagian dari komputer khusus yang dihubungkan dengan suatu fungsi tertentu. Misalnya sistem pakar yang digunakan untuk membantu menganalisis data radar.

Penerapan Sistem Pakar

Beberapa Sistem Pakar yang terkenal di antaranya:
·         Bidang Kedokteran
MYCIN. Dirancang oleh Edward Feigenbaum (Universitas Stanford) th ’70 an. Sistem Pakar medical yang dapat mendiagnosa infeksi bakteri dan rekomendasi pengobatan antibiotik.
·         DENDRAL
Sistem Pakar tentang struktur molekular & kimia.
·         Bidang Pertanian
PROSPECTOR. Membantu ahli geologi yg mencari & menemukan biji deposit (mineral& batubatuan).
Didesign oleh Sheffield Research Institute, akhir ‘70an.
·         XCON (R1)
SP konfigurasi sistem komputer dasar.
Dikembangkan oleh Digital Equipment Corporation (DEC) dan Carnegie Mellon Universitas (CMU), akhir ’70 an.
Untuk sistem komputer DEC VAC 11 1780.
·         DELTA
Didesign & dikembangkan oleh General Electric Company.
SP personal maintenance dengan mesin lokomotif listrik diesel.
·         YESMVS
Didesign oleh IBM awal th ‘80an.
Membantu operator komputer & mengontrol sistem operasi MVS (multiple virtual storage).
·         ACE
Didesign & dikembangkan oleh AT&T Bell Lab awal th ‘80an.
SP troubleshooting pada sistem kabel telpon.

·         Bidang  Eksplorasi alam
Dalam bidang ini sistem pakar sangat penting manfaatnya. Keputusan yang dihasilkan akan sangat bermanfaat. Contoh penerapannya yaitu sistem pakar yang diterapkan pada alat pendeteksi kandungan minyak bumi.

·         Bidang Ekonomi
System pakar sangat berguna di bidang ekonomi, terutama dalam hal pengambilan keputusan untuk memulai suatu investasi usaha.

·         Bidang Psikologis
Salah satu implementasi yang diterapkan sistem pakar dalam bidang psikologi, yaitu untuk sistem pakar menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak.

Penjelasan Aplikasi Sistem Pakar

Berikut adalah penjelasan beberapa contoh aplikasi penerapan Sistem Pakar yang sudah ada saat ini :
1.    MYCIN
Sistem pakar untuk melakukan diagnosis kesehatan telah dikembangkan sejak pertengahan tahun 1970. Dibuat oleh Bruce Buchanan dan Edward Shortliffe di Stanford University. Sistem ini diberi nama MYCIN. MYCIN merupakan program interaktif yang melakukan diagnosis penyakit miningitis dan infeksi bacremia serta memberikan rekomendasi terapi antimikrobia. MYCIN mampu memberikan penjelasan atas penalarannya secara detail. Dalam uji coba, dia mampu menunjukkan kemampuan seperti seorang spesialis. Meskipun MYCIN tidak pernah digunakan secara rutin oleh dokter, MYCIN merupakan referensi yang bagus dalam penelitian kecerdasan buatan yang lain.
Point penting tentang MYCIN :
·         Paling terkenal, dibuat oleh Edward Shortlife of Standford University tahun 70-an
·         Sistem pakar medical yang bisa mendiagnosa penyakit infeksi dan merekomendasi pengobatan
·         MYCIN membantu dokter mengidentifikasi pasien yang menderita penyakit. Dokter duduk di depan komputer dan memasukkan data pasien: umur, riwayat kesehatan, hasil laboratorium dan informasi terkait lainnya. Dengan informasi ini ditambah pengetahuan yang sudah ada dalam komputer, MYCIN mendiagnosa selanjutnya merekomendasi obat dan dosis yang harus dimakan.
·         MYCIN sebagai penasehat medis, tidak dimaksudkan untuk mengantikan kedudukan seorang dokter. Tetapi membantu dokter yang belum berpengalaman dalam penyakit tertentu. Juga untuk membantu dokter dalam mengkonfirmasi diagnosa dan terapi yang diberikan kepada pasien apakah sesuai dengan diagnosa dan terapi yang ada dalam basis pengetahuan yang sudah dimasukkan ke dalam MYCIN, karena MYCIN dirancang oleh dokter-dokter yang ahli di bidang penyakit tersebut.
Kesimpulan : Sistem Pakar seperti MYCIN bisa digunakan sebagai bahan pembanding dalam pengambilan solusi dan pemecahan masalah. Keputusan terakhir atas pengobatan tersebut tetap menjadi tanggung jawab dokter.
2.    DENDRAL
Program dendral adalah sebuah program pembantu untuk menentukan struktur molekul dari material yang tidak diketahui dengan menganalisis data yang dihasilkan oleh mass spectographs, resonansi magnetik nuklir dan teknik lainnya. 
Proyek ini berusaha untuk menghasilkan sebuah program cerdas di bidang kimia untuk membantu para ahli kimia membuat hipotesa dan meningkatkan kreatifitas keilmuan. Program ini dianggap sebagai sistem pakar pertama karena prosesnya yang otomatis dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.
Proyek ini terdiri dari dua penelitian program utama  yaitu Heuristik-Dendral dan Meta-Dendral.
·         Heuristik-Dendral adalah program yang menggunakan spektrum massa atau data eksperimen lain yang bersama-sama dengan basis pengetahuan kimia, untuk menghasilkan satu set struktur kimia yang mungkin bertanggung jawab untuk memproduksi data.
·         Meta-Dendral adalah sistem mesin pembelajaran yang menerima himpunan struktur kimia dan mengusulkan seperangkat aturan spektrometri massa yang berkorelasi fitur struktural dengan proses yang menghasilkan spektrum massa. Program ini didasarkan pada dua fitur penting yaitu, rencana menghasilkan paradigma pengujian dan rekayasa pengetahuan.
Proyek dendral dimulai sejak pertengahan tahun 1960 dan maju terus sampai tahun 1970. Proyek ini melibatkan sebuah tim yang besar dan terdiri dari ilmuwan yang berasal dari Stanford University. Hal itu dilakukan di Stanford University oleh Edward Feigenbaum, Bruce Buchanan, Joshua Lederberg, dan Carl Djerassi. Bersama dengan tim dari perusahaan asosiasi penelitian yang sangat kreatif ini dimulai pada tahun 1960-an dan mencakup sekitar setengah sejarah penelitian AI.
3.    PROSPECTOR
Prospector digunakan untuk membantu menemukan lokasi yang mengandung bahan tambang. Basis pengetahuannya berisi kaidah berdasar data empiris dan taksonomi beberapa jenis mineral dan batu-batuan.
Untuk mengetahui apakah suatu daerah mengandung bahan tambang , lebih dahulu dilakukan survey keadaan geologi dan pengambilan contoh tanah dan batu-batuan.
Berdasarkan data hasil survey tsb akan diberikan rekomendasi apakah daerah tsb layak untuk dieksplorasi dan akan diputuskan apakah akan dilakukan penggalian atau tidak.
4.    XCON(R1)
The R1 (disebut XCON, untuk eXpert CONfigurer) adalah sebuah sistem produksi berbasis aturan ditulis dalam OPS5 oleh John P. McDermott dari CMU pada tahun 1978 untuk membantu dalam pemesanan DEC sistem komputer VAX dengan secara otomatis memilih komponen sistem berbasis komputer pada kebutuhan pelanggan. Perkembangan XCON diikuti dua upaya gagal sebelumnya untuk menulis sistem pakar untuk tugas ini, dalam FORTRAN dan BASIC).
XCON pertama kali mulai digunakan pada tahun 1980 di pabrik DEC di Salem, New Hampshire. Akhirnya memiliki sekitar 2500 aturan. Pada 1986, ia telah diproses 80.000 pesanan, dan mencapai 95-98% akurasi. Itu diperkirakan akan menghemat DEC $ 25M setahun dengan mengurangi kebutuhan untuk memberikan pelanggan komponen gratis ketika teknisi melakukan kesalahan, dengan mempercepat proses perakitan, dan dengan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Sebelum XCON, ketika memesan VAX dari DEC, setiap kabel, koneksi, dan sedikit software harus dipesan secara terpisah. (Komputer dan peripheral tidak dijual lengkap dalam kotak seperti sekarang). Orang-orang penjualan tidak selalu sangat teknis ahli, sehingga pelanggan akan menemukan bahwa mereka memiliki hardware tanpa, printer yang benar kabel tanpa driver yang benar, prosesor tanpa chip bahasa yang benar, dan sebagainya. Ini berarti penundaan dan menyebabkan banyak ketidakpuasan pelanggan dan tindakan hukum yang dihasilkan. XCON berinteraksi dengan orang penjualan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis sebelum mencetak sebuah sistem yang koheren dan bisa diterapkan spesifikasi / order slip.
Keberhasilan XCON memimpin DEC ke menulis ulang XCON sebagai XSEL-versi XCON dimaksudkan untuk digunakan oleh DEC Salesforce untuk membantu pelanggan dengan benar mengkonfigurasi mereka VAX (sehingga mereka tidak akan, katakanlah, memilih komputer terlalu besar untuk masuk melalui pintu mereka atau memilih terlalu sedikit lemari untuk komponen untuk menyesuaikan diri). Lokasi masalah dan konfigurasi ditangani oleh sistem pakar lain, Xsite.
5.    HEATINGS
Untuk pengontrolan proses pembakaran batubara secara terus menerus dengan menggunakan sensor yang dihubungkan ke komputer. Bila terjadi kerusakan yang menimbulkan bahaya (peralatan & manusia) dapat dengan mudah mengetahui dan memberikan pemecahannya. Misal, bila bila HEATINGS mendeteksi kadar CO melewati ambang batas akan terdengar bunyi alarm dan menyuruh membuka ventilasi.
6.    SHEARER
Untuk mendiagnosa kerusakan mesin pemotong batubara tipe AM500. Pada pertambangan batubara, batubara dipotong dgn menggunakan alat pemotong à Shearer (sangat mahal, terdiri dari : sistem mekanik, hidrolik, dan elektrik), kemampuannya sekitar 300 ton batubara per jam. SHEARER dapat siaga 24 jam penuh dan cepat melakukan diagnosa kerusakan (hidrolik, mekanik, dan elektrik).
7.    MSUV-VIS
Untuk melakukan analisis multi komponen bahan aktif obat flu dalam berbagai macam pelarut, pada industri farmasi. Selain itu sistem tersebut dapat digunakan untuk penetapan kadar (pk) campuran senyawa-senyawa lain dengan syarat spektranya tumpang tindih yang aditif.

Keuntungan dan Kelemahan Sistem Pakar

·         Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli
·         Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis
·         Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar
·         Meningkatkan output dan produktivitas
·         Meningkatkan kualitas
·         Mampu mengambil dan melestarikankeahlian para pakar
·         Mampu beroperasi dalam lingkungan berbahaya
·         Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan
·         Memiliki realibilitas
·         Meningkatkan kapabilitas system computer
·         Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian
·         Sebagai media pelengkap dalam pelatihan
·         Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah
·         Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan

Kelemahan Sitem Pakar :
·      Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal
·     Sulit dikembangkan. Hal ini erat kaitannya dengan ketersediaan pakar dalam bidangnya
·      System pakar tidak 100% bernilai benar.